Stori si Environ - Part 1



Januari 2011 si Environ bekerja di perusahaan lokal yang bergerak dibidang pengelolaan limbah B3, perusahaan ini mengambil limbah logam non fero untuk dijadikan produk yang hasil jadinya (bentuk) granul dari limbah logam non fero tersebut. Diekspor ke beberapa negara asia dan eropa.
Si Environ sebagai HSE staf yang mempunyai tugas diantaranya:
1. Pengecekan APAR (alat pemadam api ringan) dan APAB (alat pemadam api berat); Pengecekan alat / fasilitas pemadam api ini dilakukan setiap 1 bulan sekali gunanya untuk memastikan alat tersebut siap digunakan pada saat terjadinya kebakaran di area kerja, item yang dicek dari APAR mulai dari kondisi tabung diangkat dibolak balik karena jenisnya dry chemical powder, hose / selangnya dipastikan tidak ada retak, sobek atau kerusakan lainnya, tekanan pada jarum dipastikan tepat berdiri pada indikator hijau (tidak kurang / melebihi), Pin / segel pada APAR / APAB dipastikan terpasang dan tidak rusak untuk memastikan alat tersebut belum pernah digunakan. Kelengkapan lainnya yang musti dicek adalah papan nama APAR sesuai permenaker, informasi standar penggunaan APAR dan dipastikan diarea tersebut tidak ada yg menghalangi APAR, terlihat dan mudah diraih pada saat terjadi kebakaran ditempat kerja dan tidak kalah penting adalah informasi expired date untuk refill APAR (walaupun kadang saya sendiri ragu refill ditempat supplier gimana ya?....  hehe )
Ingat “APAR / APAB bisa digunakan ketika api masih kecil atau masih dalam cakupan kemampuan APAR / APAB tersebut.ilustrasi penyimpanan APARLebih detailnya, tentang APAR bisa dilihat pada Permenaker no 4 tahun 1980


2.      Pelaporan UKL-UPL
Tugas yang kedua saat itu adalah membuat pelaporan per semester yaitu pelaporan UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan)
Sebelum laporan dibuat perusahaan melakukan pengukuran terhadap aspek lingkungan yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan, jika kita mundur kebelakang,…jauh sebelum pengukuran dilakukan sudah termuat planning semua aktifitas dan jasa didalam dokumen Aspek dampak lingkungan, bahaya dan risiko k3, yah..lebih umum kita kenal dengan HIRADC, titik pengukuran sudah ditentukan sesuai dengan aspek dampak lingkungan dan bahaya risiko k3 diarea kerja. Contoh;
a.     Pembuatan mapping titik pengukuran untuk mempermudah record dokumentasi dan jadwal pengukuran, juga lebih terlihat jelas dan memudahkan petugas / staf dengan diberikan matriks pengukuran aspek K3L (contohnya dengan mencantumkan; area, parameter yang diukur, jumlah titik pengukuran, dll sesuai kebutuhan perusahaan)
b.     Titik pengukuran menyesuaikan parameter yang akan diukur sesuai dengan peraturan yang berlaku; sebagai contoh kebauan sesuai Kepmenlh no 5 tahun 1996, kebisingan luar ruangan sesuai kepmenlh no 48 tahun 1996, udara ambien sesuai PP no 41 tahun 1999, udara lingkungan kerja sesuai permenaker no. 13 tahun 2011,sumber emisi tidak bergerak sesuai dengan permenlh no 21 tahun 2008 atau kepmenlh no 13 tahun 1995 (tergantung sumber / alatnya), air limbah sesuai  SK gub Jabar no 660 tahun 1982 (jika dikawasan industri, pastinya menggunakan standar yg berlaku di kawasan tersebut) atau yang terbaru pada Permenlh no. 5 tahun 2014
c.     Didalam dokumen UKL-UPL juga memuat update jumlah karyawan dan luas penggunaan lahan perusahaan, raw material yang digunakan (jika B3 dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku, misalnya pp 74 tahun 2001), penjelasan proses, neraca energi (air listrik dan gas sesuai penggunaan) dan evaluasi hasil dari pengukuran.

3.      Tugas yg ke-3 adalah terlibat dalam  agenda drill / simulasi kondisi darurat, yang dilaksanakan pada saat itu adalah bahaya ledakan dan kebakaran: jauh  hari sebelum dilaksanakan simulasi adalah  mereview dokumen standar tanggap darurat yang telah dibuat dan melihat jadwal rutin simulasi tanggap darurat, kemudian  mengadakan  meeting dengan tim P2K3 dan tim tanggap darurat perusahaan serta perwakilan fire brigade kawasan yang sebelumnya sudah diundang oleh HSE secara resmi.  Melakukan review dokumen dan menyiapkan skenario serta langkah2 pelaksanaan evakuasi korban trmasuk didalamnya skala prioritas penyelamatan korban, control panel alarm dan generator set serta persiapan pump hydrant station, menyiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti APAR dan hydrant, kelengkapan simulasi pemadaman api (tanki kecil trbuat dari drum, oli dan bahan bakar minyak, karung goni dan pemantik api)
Setelah persiapan dan skenario selesai dibahas, selanjutnya pelaksanaan simulasi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan disepakati oleh fire brigade kawasan.
Tugas dari masing-masing tim yg sudah dibahas pada saat meeting diantaranya tim evakuasi orang, tim pemadam dan tim evakuasi asset penting perusahaan. Setelah selesai proses simulasi kemudian melakukan evaluasi pasca terjadinya kondisi darurat yakni:
a.       Evaluasi waktu penyelamatan evakuasi
b.      Waktu pemadaman dengan apar
c.       Evaluasi penggunaan  hydrant
d.      Evaluasi penanganan korban dengan P3K,
e.       Dan lain-lain

4.      Tugas ke-4 adalah support audit sistem iso 9001:2008 dan  14001:2004 baik internal ataupun eksternal audit, prosesnya dalam bukti record dan audit lapangan terkait kondisi k3l serta pasca audit melakukan persiapan langkah-langkah perbaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyediaan APAR untuk Forklift

Risk & Opportunities dalam ISO 14001:2015