Stori si Environ - Part 2
Masih ditahun 2011 tapi diperusahaan yang berbeda, (maklum lah, mencari jati diri… hehe), tepatnya diperusahaan baja. Disini si Environ sebagai HSE engineer dengan beberapa tugasnya antara lain:
1.
Monitoring dan pelaporan pengelolaan limbah yang dihasilkan perusahaan, mulai dari
data harian pencatatan di log sheet internal limbah sampai membuat pelaporan 3 bulanan
pengelolaan limbah B3 sesuai dengan peraturan pemerintah no 18 jo 85 tahun 1999
yang berlaku pada saat itu. (sekarang pp
101 tahun 2014) dan sesuai yang diamanatkan oleh instansi dinas lingkungan
hidup setempat yg tercantum pada ijin penyimpanan sementara limbah B3 untuk
perusahaan xxx.
Jangan lupa
juga terkati label dan simbol B3 harus selalu terpasang pada setiap kemasan, dan
penyimpanan sesuai dengan standar
regulasi.
2.
Tugas berikutnya melakukan pelaporan UKL-UPL
setiap persemester
Pembuatan mapping titik pengukuran untuk
mempermudah record dokumentasi dan jadwal pengukuran, juga lebih terlihat jelas
dan memudahkan petugas / staf dengan diberikan matriks pengukuran aspek K3L
(contohnya dengan mencantumkan; area, parameter yang diukur, jumlah titik
pengukuran, dll sesuai kebutuhan perusahaan)
Titik pengukuran menyesuaikan parameter yang akan
diukur sesuai dengan peraturan yang berlaku; sebagai contoh kebauan sesuai Kepmenlh
no 5 tahun 1996, kebisingan luar ruangan sesuai kepmenlh no 48 tahun 1996,
udara ambien sesuai PP no 41 tahun 1999, udara lingkungan kerja sesuai
permenaker no. 13 tahun 2011,sumber emisi tidak bergerak sesuai dengan permenlh
no 21 tahun 2008 atau kepmenlh no 13 tahun 1995 (tergantung sumber / alatnya),
air limbah sesuai SK gub Jabar no 660
tahun 1982 (jika dikawasan industri, pastinya menggunakan standar yg berlaku di
kawasan tersebut) yang terbaru pada Permenlh no. 5 tahun 2014
Didalam dokumen UKL-UPL juga memuat update jumlah karyawan dan
luas penggunaan lahan perusahaan, raw material yang digunakan (jika B3 dikelola
sesuai dengan peraturan yang berlaku, misalnya pp 74 tahun 2001), penjelasan
proses, neraca energi (air listrik dan gas sesuai penggunaan) dan evaluasi
hasil dari pengukuran.
3.
Tugas berikutnya adalah review dokumen iso 14001
dan ohsas 18001 khususnya review dokumen HIRADC terkait ada tidaknya perubahan
pada proses aktifitas ataupun jasa diperusahaan, monitoring OTP / program yang
tertuang dalam HIRADC yang dianggap kritikal dan skornya besar maka dijadikan
Objective Target dan Program (OTP) oleh departemen terkait, tentunya dari
masalah K3 dan lingkungan.
4.
Si Environ juga bersama manager HSE dan Tim P2K3 melakukan patrol HSE regular setiap 1 bulan sekali,
hasil temuannya dibahas bersama tim P2K3 dan diberikan batas waktu atas
kesepakatan bersama dan nantinya akan difollow up bersama-sama, terkadang
karena kesibukan PIC area ataupun ada barang yang sulit dibeli sehingga
perbaikan melebihi batas waktu yang telah ditentukan, bersama tim P2K3
memberikan extend due date sesuai kesepakatan dan pada akhirnya bisa
selesai.
5.
Tugas berikutnya agar si Environ mendalami system
manajemen, tugasnya juga support pelaksanaan audit internal dan eksternal iso
9001, 14001 dan ohsas 18001
6.
Sesuai komitmen Top Manajemen, si Environ juga
terlibat dalam Penerapan PROPER, ini adalah salah satu program pemerintah dari kementerian
lingkungan hidup yang konsen terhadap masalah lingkungan, dalam proses
penerapannya perusahaan diwajibkan memenuhi requirement / persyaratan yang
ditetapkan dalam program PROPER,
menyediakan data yang valid dan akurat terkait dengan bukti pelaksanaan
pemenuhan persyaratan PROPER berdasarkan regulasi pemerintah. Selama 2 periode
mengikuti program PROPER perusahaan mendapatkan peringkat biru dan diperiode
ke-3 mendapatkan kategori hijau, (bisa dilihat lah di situs kementerian
lingkungan hidup tentang persyaratan PROPER)
7.
Juga perusahan mendapatkan kesempatan untuk Penerapan
Green Industri, si Environ terlibat didalamnya,…. pada prinsipnya sama, program
ini konsen terhadap lingkungan sehingga pada prosesnya juga perusahaan harus
memenuhi dan mematuhi regulasi, ada yang unik dari program ini yakni bobot nilai
yang besar pada manajemen energy dan bagaimana perusahaan bisa melakukan hemat
energy dari aktifitas yang dilakukan (mulai dari penggunaan Utility hingga
proses produksi)
8.
Selanjutnya si Environ juga aktif dalam kegiatan
CSR (Corporate Social Responsible) dimana dalam hal teknisnya perusahaan
memberikan pelayanan dalam bentuk posyandu binaan, biopori lingkungan sekitar,
pemahaman sampah dan kegiatan bakti sosial.

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke blog kami, silahkan berkomentar dengan santun, saran dan kritik membangun kami terima sebagai salah satu impovement kami