Stori si Environ part-3



si environ mempunyai pengalama ditempat baru tepatnya diperusahaan otomotif, disana si Environ sebagai HSE environment section, dimana tugas-tugasnya antara lain;
1.       Tugas pertama ini mungkin terdengar membosankan tapi ya memang keahlian yang paling dasar yang biasa ada diperusahaan yakni membuat pelaporan UKL-UPL, seperti cerita-cerita sebelumnya, sebelum pelaporan dilakukan adalah melakukan pemantauan dan pengukuran aspek lingkungan, mungkin bisa kita ulas lebih rinci karena ada perbedaan dalam hal pemantauan dan evaluasi operasionalnya. Jelas ini menambah pengalam di CV si Environ..hehehe
a.       Seperti biasa membuat schedule pemantauan dan pengukuran aspek lingkungan yang sudah termuat dalam HSE Plan tahunan, dimana sudah ditentukan pula parameter – parameter apa saja yang akan diukur sesuai dengan aspek dan dampak lingkungan (lihat HIRADC nya ya….) dan UKL-UPL induknya diawal penyusunan dan persyaratan perijinan perusahaan. Kerjasama dengan vendor dibidang pengukuran aspek lingkungan dengan salah satu persyaratan vendor harus terakreditas KAN. (jangan lupa, bagi teman-teman yang menggunakan jasa vendor lab eksternal lakukan dulu assessment vendor ya… bahasa kerennya CSMS lah (Contractor Safety Management System) libatkan departemen terkait seperti purchasing. Ingat!! CSMS merupakan jembatan antara perusahaan dan vendor. Setelah proses penilaian kualifikasi vendor selesai, langsung membuat schedule tetap pemantauan dan pengukuran
b.      Pengukuran dilakukan sesuai dengan regulasi pemerintah seperti kebauan, kebisingan, udara lingkungan kerja, udara ambient, emisi sumber tidak bergerak dan aspek lainnya yang menimbulkan dampak lingkungan sesuai dengan karakter perusahaannya
c.       Setelah pengukuran selesai dilakukan, menunggu hasil lab dari pihak vendor dan siap untuk melakukan evaluasi dari pemantauan dan pengukuran aspek dampak lingkungan. Dalam melakukan evaluasi kita membandingkan antara nilai standar yang telah ditentukan regulasi dengan nilai aktual pengukuran, ketika terjadi “Out of Range” maka kita harus lakukan tindakan perbaikan dan mencari akar masalahnya, pake method perbaikan yang umum aja lah kayak 4M (4 M method; Man-Machine-Material- Methode, bisa ditambahkan Environment dan Management tergantung anda mengevaluasi) libatkan tim perbaikan dan tentunya MR harus tau (punya konsep dan bisa memutuskan)
d.      Kajian evaluasi telah selesai dilakukan tinggal penyusunan pelaporan UKL-UPL sesuai dengan panduan regulasi, kemudian dilaporkan kepada instansi pemerintah yang terkait seperti Kementerian lingkungan hidup, dinas lingkungan hidup kabupaten/kota, provinsi, Dinas Perindustrian kabupaten / kota dan provinsi, BKPM pusat dan lainnya sesuai pernyataan pelaporan pada induk dokumen UKL-UPL. Jangan lupa siapkan surat pengantar dan dikopi sebagai arsip serta lengkapi tanda terima dari setiap instansi tersebut, (biasalah buat bahan audit…hehehe, tapi ini serius ya, karena salah satu HSE performance yang dibuat pada HSE plan tahunan dan sebagai compliance yang dipersyaratkan di ISO) juga otomatis menjadi compliance-nya company guys…

2.       Tugas berikutnya adalah support audit customer dan ISO 14K, 9K dan ISO TS, ada hal baru pada saat itu terkait dengan audit customer, salah satunya customer roda 2 dan roda 4 yang menerapkan program lingkungan yang konsen terhadap penggunaan energy salah satu yang dibahas adalah penggunaan elektrikal, bahan bakar minyak (BBM) dan Gas. dimana hasil actual penggunaan dalam satuan Kwh, Liter dan M3, dikonversikan dengan factor CO2 dan perusahaan dituntut harus bisa melakukan pengurangan penggunaan energy tersebut terkait isu pemanasan global. Dengan konsep program yang dikemas oleh customer kemudian dilakuakn pelaporan pada setiap periode 3 bulanan dengan bukti langkah-langkah program yang telah dibuat oleh perusahaan terkait “Saving Energy”
3.       Tugas selanjutnya yang tidak kalah penting adalah sebagai PIC CSR (Corporate Social Responsible), CSR saat itu mengusung tema program 3P (People, Planet, Profit) dengan beberapa program terdiri dari edukasi pengelolaan sampah di Sekolah dasar yang terdekat dengan kawasan (ada 2 sekolah) pembinaan kader Posyandu dan pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil serta pemberian kepada masyarakat sekitar yang bersifat bantuan sosial.
4.       Tugas berikutnya adalah patrol HSE setiap satu bulan sekali dengan perwakilan manajemen, HSE campaign focus pada hari-hari lingkungan seperti hari air pada bulan maret, hari bumi pada bulan april dan hari lingkungan hidup pada bulan juni serta hari-hari lainnya yang sudah terjadwal.
5.       Si Environ juga memberikan training / pelatihan yang bersifat awareness kepada seluruh karyawan terutama pada jajaran staf dan leader, dimana tema training tersebut antara lain kiken yochi dan chemical handling. Pelaithan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Training Center dari departemen HRD, dimana salah satu program mereka terkait “Hitozukuri” selain banyak training lainnya seperti konsep “Monozukuri” yang memang diwajibkan oleh perusahaan kepada semua karyawan karena menjadi salah satu persyaratan mutlak untuk kenaikan pangkat / level jabatan dan juga sebagai penilaian akhir tahun. (karyawan punya raport kayak anak sekolah, hehehe)
6.       Tugas lainnya adalah melakukan review system regular ISO 14001 seperti HIRADC, informasi update regulasi dan procedural serta record lainnya yang diperlukan sesuai dengan persyaratan system bersama MR.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyediaan APAR untuk Forklift

Risk & Opportunities dalam ISO 14001:2015