Stori si Environ Part 4
Tahun 2014 menjelang akhir tahun,
si Environ loncat dari otomotif ke perusahaan kimia untuk bahan pangan dan
parfum (kerennya flavor dan fragrance), si Environ masih sebagai HSE section
Cuma dengan structural jabatan yang berbeda yakni, sebagai Assistant Manager
HSE; tugas yang diembannya adalah mulai dari perancangan system, implementasi
dan evaluasi system HSE (ISO 14K dan OHSAS 18K) cukup berat juga karena dari awal
system dibuat sampai penerapan dan evaluasinya. Walaupun secara prinsip sama
persyaratannya sistemnya hanya saja yang membedakan adalah jenis dan
karakteristik perusahaan dan otomatis iklim dan habit kerjanya pun berbeda.
Mari kita coba ulas dari awal;
1. Perusahaan
ini punya komitmen untuk penerapan system ISO 14K dan OHSAS 18K, mangkanye si
environ set up dari awal, menginjak januari tahun 2015 sekalian menyambut hari
K3 nasional yang jatuh pada tanggal 12 januari pada setiap tahunnya. Dimulai
membentuk safety commitment personal / member perusahaan dari mulai top
manajemen s/d staf operator (Dimana atap HSE adalah Top Manajemen). Contoh dari
safety commitment antara lain; “saya tidak akan menggunakan handphone pada saat
naik dan turun tangga”, “saya selalu menggunakan sabuk pengaman pada saat
mengendari mobil” dan lainnya terserah masing-masing personil yang terpenting
dia memahami keselamatan dirinya sendiri. Parallel hal tersebut disosialisakan
kepada semua karyawan juga membuat prinsip K3 yang selalu bisa diingat sebagai
pendukung pembentukan karakter safety perusahaan yang kami buat dan dikenal
dengan “4 Point Safety” komitmennya selalu dibacakan setiap pagi sebelum
melakukan aktifitas / pekerjaan agar faham betul dan membekas dibenak karyawan
bahwa keselamatan itu utama dan prioritas. Jadi ada statement “jangan sampai
dikotomi antara safety dan quality tetapi jika safety diutamakan maka kualitas
itu akan mengikuti, karena otomatis productivity akan meningkat seiring tidak adanya
kecelakaan ditempat kerja”. Hal ini dimaksudkan sebagai pondasi awal membangun
budaya HSE, yang saya namakan sebagai pondasinya adalah Behavior Based Safety
(BBS) dan pembuatan HSE rule dan standard.
2. Kemudian;
lakukan risk assessment (HIRADC) sebagai ruhnya HSE, pembuatan procedural,
instruksi kerja dan record lainnya sesuai dengan persyaratan ISO
didokumentasikan dan disesuaikan dengan kondisi perusahaan, HSE rule dan HSE
standard dibuat untuk memastikan kondisi operasional aman (Pondasi HSE) dan
ingat 3 tiang Safety : Safe equipment, safe Skill dan Safe proses. Di Dokumen
HIRADC akan terlihat semua aktifitas produk dan jasa terkait bahaya dan risiko
K3, akan terlihat aspek dampak penting lingkungan yang selanjutnya harus
dikendalikan. Untuk K3 sendiri pengendalian risiko dilakukan dengan cara
eliminasi, substitusi, engineering, administrasi dan APD. Dari hasil risk
assessment ada dalam bentuk program OTP (objektif target program) ataupun yang
sudah terkandali.
3. Berikutnya
adalah melakukan inspeksi / patrol operasional seluruh area apakah sudah sesuai
dengan persyaratan system dan dilapangan apakah sudah sesuai dengan
pengendalian yang tertulis dalam dokumen HIRADC, apakah masih terdapat
ketidaksesuaian?...
4. Audit
system sesuai dengan persyaratan klausal ISO wajib dilakukan, yakni audit
internal yang dilaksanakan oleh perusahaan itu sendiri. Setelah melakukan audit
internal kemudian melakukan Tinjauan Manajemen untuk mengetahui Performance HSE
5. Setelah
6 bulan pelakanaan Sistem, kemudian perusahaan berkomitmen untuk diaudit badan
sertifikasi dan akhirnya pada bulan Desember 2015 bisa mendapatkan sertifikar
ISO 14K dan OHSAS 18K dari badan sertifikasi.
6. Tahun
2016, dalam rangka dinamisasi implementasi system ISO 14K dan OHSAS 18K
dibuatkan HSE Plan yang mengarah pada compliance dan awareness; dimana perusahaan
focus pada kepatuhan regulasi dan peningkatan kompetensi karyawan terkait
lingkup K3L dengan mengadakan beberapa training awareness untuk karyawan
seperti; kiken yochi, waste management, chemical handling, iso awareness, drill
/ simulasi emergency, ergonomic dan lainnya.
7. HSE
plan di 2016 juga termasuk didalamnya merencanakan pembaharuan uji riksa bagi
peralatan / mesin yang termasuk kedalam ranah keselamatan alat, diantaranya
hoist crane, boiler, forklift, fire alarm dan pump hydrant system.
8. Setiap
tahunnya merencanakan program sesuai dengan kebutuhan perusahaan termasuk
perencanaan budget HSE, training awareness, HSE Reward, patrol management,
CSMS, dan banyak lainnya yang insya Allah akan nanti kita bahas setiap itemnya
berikut contoh penerapannya,. Terima kasih sudah melirik blog kami
Bersambung………
hehehe
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke blog kami, silahkan berkomentar dengan santun, saran dan kritik membangun kami terima sebagai salah satu impovement kami