Manajemen Risiko

Yapss... para millenial Pegiat K3L, kali ini mungkin saya akan coba sesi sharing tentang manajemen risiko, yah,.. ga apa2 lah walaupun ilmu masih sedikit, tapi akan saya manfaatkan sedikit-sedikit demi keberlangsungan khazanah keilmuan yang dinamis...hehehe (maaf kalau lebayyyy)...

Ok lah kalau begitu, ngomong-ngomong Manajemen Risiko secara garis besarnya, saya ambil referensi dari ISO 31000 dan AS/NZS 4360 tentang Risk Assessment, yang mana kali ini saya simpulkan secara sederhana dan mudah-mudahan bisa difahami oleh semua pembaca... :-) kalau ada yang kurang tepat bahkan ada kesalahan mohon koreksi ya kawan... kesalahan dari saya pribadi dan kebenaran pastinya dari Allah SWT yang maha mengetahui dan yang mempunyai segala ilmu...

Kenapa saya tidak memberikan judul Risk Assessment?... kenapa judulnya jadi Risk Management / Manajemen Risiko, ya,... yg pertama karena yang akan saya jelaskan disini secara sederhana lingkup bagaimana kita mengontrol risiko, kalau mau judulnya Risk Assessment berarti teknis didalamnya... yang keduanya ya... suka-suka aja sih, hehehe... yang ketiga, Manajemen Risiko disini lingkupnya adalah pada lingkup Bahaya K3 dan Aspek Lingkungan yang nantinya menjadi Risiko dan Dampak.

Secara definitif Manajemen Risiko adalah suatu pendekatan terstruktur dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya.

kemudian, definisi bahaya aspek dan dampak serta risiko itu sendiri adalah :
1). Bahaya adalah semua sumber, situasi ataupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan cedera (kecelakaan kerja) dan atau penyakit akibat kerja (PAK) sedangkan.

2). Risiko adalah kombinasi dari kemungkinan bahaya dan tingkat keparahan yang disebabkan oleh adanya paparan bahaya.
 

3). Aspek adalah unsur kegiatan atau produk atau jasa yang berinteraksi atau dapat berinteraksi dengan lingkungan organisasi


4). Dampak adalah Perubahan / mengubah lingkungan, apakah merugikan atau menguntungkan, seluruhnya atau sebagian yang dihasilkan dari aspek lingkungan organisasi


Trus, Kenapa sih Risiko harus dinilai?.... saya coba beri 2 alasan, ga banyak..hehehe, (bukan ngikutin program KB ya, haha)..yang pertama adalah Tingkat Kritis Bahaya yang kita butuhkan secara riil agar kita bisa melakukan pengendalian secara tepat, dan yang kedua adalah Prioritas Pengendalian; Nilai risiko sebagai rujukan untuk skala prioritas pengendalian bisa kita dapatkan, apakah cukup operasional rutin, apakah perlu pembuatan program dengan time frame yang jelas dan juga apakah memang harus dikendalikan segera (emergency) yang berkaitan erat dengan Tingkat Kritis Bahaya

BAGAIMANA KITA MENILAI RISIKO?.....
Menilai Tingkat Risiko dengan menggunakan rumus variable Keparahan (Severity) x Kemungkinan (Probability / likelihood)

aturannya, lakukanlah hal-hal ini;
  1. Identifikasi Seluruh Operasi
  2. Identifikasi Bahaya /Resiko Masing - masing Operasi
  3. Identifikasi Bahaya/Resiko Masing- masing Tugas
  4. Identifikasi Pengaruh Potensial Personil/Pribadi
  5. Identifikasi Tindakan Existing  Control.
  6. Tentukan Apakah  Existing Control  Memadai
  7. Tentukan Tindakan Further Control yg tepat
  8. Kembangkan Action Plan untuk Implementasi Tindakan Kontrol

Kemudian dari cara kita mengidentifikasi bahaya, disini saya informasikan lingkup type bahaya diantaranya adalah;
Biologi                         : micro biologi & macro biologi
Fisika                           : kebisingan, getaran, radiasi, pencahayaan, temperatur, tekanan
Kimia                           : debu, asap, fume, aerosol, bahan B3, gas
Ergonomi                     : stress fisik, stress mental
Mekanis                       : permesinan, peralatan (titik jepit, titik operasi, titik geser)
Listrik                          : sengatan listrik, kebakaran, hubungan pendek
Psikososial                   : intimidasi, trauma, gilir kerja, pola promosi, pengorganisasian kerja
Tingkah laku                : ketidakpatuhan, kurang keahlian, tugas baru, overconfident
Lingkungan sekitar      : kemiringan, permukaan tidak rata, cuaca tidak ramah, kegelapan

Dan untuk identifikasi Aspek lingkungan diantaranya;
Penggunaan Energi (Listrik, air, angin, Gas, dll)
Penggunaan lahan
Timbulan Limbah B3 dan Non-B3
Penggunaan Material B3
Potensi Pencemaran (air, tanah, udara)
Isu Lokal, Global,
Isu Budaya, dll ..

BAGAIMANA KITA MENGELOLA RISIKO?...
didalam mengelola Risiko K3L, dapat kita gunakan Hirarki Pengendalian Risiko diantaranya;
1). Eliminasi, 2). Substitusi, 3). Rekayasa / Engineering, 4). Administratif, 5). Alat Pelindung Diri



Dari hasil Penilaian Risiko dan pengendaliannya ada terdapat Risiko Sisa/Residu yaitu suatu resiko yg tertinggal atau masih ada walaupun telah diupayakan untuk menghilangkan, meminimalkan, atau mengendalikan, dan ini biasanya kita sebut sebagai bahaya yang ada dengan risiko yang sudah terkendali / terkontrol atau bisa kita sebut sudah diminimalisir risikonya. Risiko Residu contohnya; Bising, Getaran, dan yang lainnya sesuai ditempat kerjanya yang teridentifikasi dan terkendali.... :-)



Nah,.... kurang lebihnya begitu saja, jadi..... tahapan Manajemen Risiko adalah kurang lebih seperti ini;



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyediaan APAR untuk Forklift

Risk & Opportunities dalam ISO 14001:2015